Minutes of the AUN-Chief Quality Officers Meeting 2014

Pada tanggal 3-4 Maret 2014 yang lalu, PPM_dalam hal ini diwakili oleh Ketua dan Sekretaris, menghadiri The CQO meeting 2014 diadakan di Ateneo de Manila University, Quezon City, Philippines. Pertemuan dihadiri oleh 23 anggota AUN, 1 AUN QA Associate Member University, AUN Expert, dan Asesor dari 9 Negara, Executive Director dan Staff dari the AUN Secretariat.

DSC00920

Pertemuan pada tanggal 3 Maret 2014 dibuka dengan sambutan dari Assoc.Prof.Dr.Nantana Gajaseni, sebagai Executive Director AUN. Selanjutnya pembukaan pertemuan AUN dilakukan oleh Father jose Ramon T.Villarin SJ, selaku Ateneo de Manila University President.

Dalam pertemuan tahun ini, ada penambahan Anggota baru sebagai AUN Associate Member yaitu :

  1. Universitas Diponegoro, Indonesia;
  2. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Indonesia
  3. Universitas Brawijaya, Indonesia
  4. Myanmar Maritime University, Myanmar
  5. King Mongkruts University of Technology North Bangkok, Thailand
  6. Naresuan University, Thailand

Di salah satu sesi pertemuan ada pembeian Penghargaan kepada Mr.Johnson Ong Chee Bin sebagai AUN Expert atas  kontribusinya dalam mempersiapkan dokumen AUN, begitu juga kepada Prof.Dr. Tan Kay Chuan, dari the National University of Singapore atas perhatian dan masukannya dalam penyusunan perbaikan dokumen AUN.

Berikut ini adalah agenda lengkap kegiatan tersebut:

Agenda 1 :  Progress Report of the AUN-QA Activities in 2012-2013, and the List of AUN-QA activities in 2013-2013

Anggota baru sebagai AUN Associate Member yaitu :

  1. Universitas Diponegoro, Indonesia;
  2. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Indonesia
  3. Universitas Brawijaya, Indonesia
  4. Myanmar Maritime University, Myanmar
  5. King Mongkruts University of Technology North Bangkok, Thailand
  6. Naresuan University, Thailand

Agenda 2 : Impacts of the AUN-QA Assessment on the Quality of Educational Programmes

Penghargaan kepada Mr.Johnson Ong Chee Bin sebagai AUN Expert atas  kontribusinya dalam mempersiapkan dokumen AUN, begitu juga kepada Prof.Dr. Tan Kay Chuan, dari the National University of Singapore atas perhatian dan masukannya dalam penyusunan perbaikan dokumen AUN

Agenda 3 : AUN-QA Professional Development Competency Model

Agenda 4 : Request of Services

AUN Scretariat akan melakukan kegiatan training :

Tier 1: AUN-QA training Course for Accomplishing Programme Assessment dan Tier 2: AUN-QA Assessors Training Workshop

Agenda 5 : Amandment to Aun-QA Document and Publications

    1. Perubahan yang diusulkan oleh the AUN-QA  Council terhadap Guideline for AUN Quality Assessment and Assessor & Framework for AUN QA Strategic Action Plan 2012-2015
    2. Menaikkan honor Lead Assessor dari USD 600 menjadi USD 750; dan Assessors dari USD 300 menjadi USD 500

Agenda 6 : AUN-ADB Project
Agenda 7 :  AUN-QA Annual Calender and List of 2014 Assessments
Agenda 8 : AUN-QA Assessment at Institutional Level in relation to EU-SHARE Project
Agenda 9 : Current Status of AUN-QA Development Fund
Agenda 10 : AUN-CQOs Meetiing 2015 and 2016

Telah disepakati bahwa pertemuan the CQOs Meeting tahun 2015 diadakan di Vietnam national University Hanoi, Viet Nam. Sedangkan untuk tahun 2016 akan diadakan di Universitas Indonesia, Jakarta, IndonesiaAUN Manila

FacebookTwitterGoogle+PrintEmail

Webometrics : UA menempati ranking 4 di Indonesia dan ranking 1013 di dunia

Kantor Manajemen – Warta Unair

Webometrics kembali merilis ranking perguruan tertinggi seluruh Indonesia dengan mendasar pada empat indikator yaitu Presence, Impact, Opennes, Excellence. Universitas Airlangga (UA) mengalami peningkatan ranking yang signifikan dari periode sebelumnya. Jika sebelumnya, UA menempati ranking 9 di Indonesia dan 1400 dunia, saat ini UA menempati ranking 4 di Indonesia dan ranking 1013 di dunia. Capaian ini tentu saja merupakan apresiasi dari rangkaian strategi, perencanaan, dan kerja yang telah dilakukan oleh UA, dalam hal ini Direktorat Sistem Informasi UA (DSI UA).

Namun, hasil ranking yang naik signifikan ini bukanlah tujuan dari semua skema kerja dan strategi yang dilakukan oleh DSI UA. Direktur Sistem Informasi UA, Dr. Soegianto Soelistiono, Ir., M.Si., menjelaskan bahwa rangking Webometrics UA yang naik itu hanya bonus karena fokusnya adalah pada memperbaiki atau mengubah tradisi ilmiah di UA.

“Kami di DSI hanya sebagai supporting system sejauh mana perguruan tinggi dapat memberi manfaat seluas-luasnya bagi sivitas akademika dan masyarakat yang mampu terekam oleh sistem informasi. Kami berusaha mengintegrasikan tradisi ilmiah di UA kepada sistem informasi, diintegrasikan melalui laman www.unair.ac.id. Semakin hidup tradisi ilmiah di UA yang terintegrasi dengan laman UA maka semakin banyak yang bisa menggali manfaat dari UA. Hit laman UA yang naik kemudian hanya menjadi bonus, bukan tujuan utama,” papar Pak Gik, sapaan akrab Dr. Soegianto Soelistiono, Ir., M.Si.

Sejak dua tahun terakhir, jajaran pimpinan di UA terus berupaya untuk meningkatkan tradisi ilmiah yang terecognisi. Sistem yang telah dibangun oleh DSI UA memungkinkan sivitas akademika UA untuk mengeksplorasi tradisi ilmiah. “Di UA ini terdapat ratusan jurnal ilmiah juga terdapat banyak sekali hasil penelitian yang telah dipublikasikan, sebagian besar diantaranya telah diunggah di jurnal online milik UA. Tugas kami adalah memastikan content jurnal tersebut dapat terindex di search engine. Hal ini dapat menjadi cara untuk melihat seberapa banyak jurnal dan penelitian dari UA yang disitasi oleh akademisi lain. Kuncinya adalah perekaman dinamika akademik,” papar Pak Gik.

Perubahan laman resmi UA menjadi sistem matahari pun secara tidak langsung memberikan kontribusi bagi naiknya ranking UA di Webometrics. Hal ini dimungkinkan karena setiap laman fakultas bahkan departemen di UA juga termasuk unit kerja terintegrasi dengan laman www.unair.ac.id. “Laman-laman satelit inilah yang memberikan konten pada laman utama UA. Selama ini, kami berusaha memberikan stimulus bagi masing-masing fakultas bahkan departemen untuk memperkaya laman mereka. Sehingga tiap fakultas dan departemen serta unit berlomba-lomba untuk melakukan update data,” tambah Pak Gik.

Perlahan namun pasti, DSI UA telah membangun program yang terdesain secara baik dengan parameter-parameter yang mampu memunculkan tradisi ilmiah di UA. Target utamanya adalah tidak boleh lagi ada kesulitan akses dan bandwith  di UA, integrasi sistem dari fakultas dan unit yang merata, serta keberpihakan pada iklim akademik. “Saat ini kami akan habis-habisan untuk memastikan sivitas akademika bisa mengakses sistem informasi tanpa halangan. Saat ini kami menyediakan bandwith 300  mb bagi mahasiswa, ini sudah jauh lebih tinggi dari standart bandwith di Asia yang hanya 1 kb tiap mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa atau dosen dapat berinteraksi dengan sivitas akademika se Asia Pasifik dengan lancar tanpa hambatan, bisa mengakses jurnal ilmiah dengan mudah, dan berbagai fasilitas akademik lain,” tukas Pak Gik. nunk

FacebookTwitterGoogle+PrintEmail